RSS

SISTEM EKONOMI INDONESIA

06 Apr

SISTEM EKONOMI INDONESIA

 

  1. PENGERTIAN SISTEM EKONOMI

Menurut Dumairy (1996), Sistem Ekonomi adalah suatu sistem yang mengatur serta menjalin hubungan ekonomi antarmanusia dengan seperangkat kelembagaan dalam suatu tatanan kehidupan. Sebuah Sistem Ekonomi terdiri atas unsur-unsur manusia sebagai subyek; barang-barang ekonomi sebagai obyek; serta seperangkat kelembagaan yang mengatur dan menjalinnya dalam kegiatan berekonomi. Perangkat kelembagaan dimaksud meliputi lembaga-lembaga ekonomi (formal maupun non formal); cara kerja; mekanisme hubungan; hukum dan peratuan-peraturan perekonomian; serta kaidah dan norma-norma lain (tertulis maupun tidak tertulis); yang dipilih atau diterima atau ditetapkan  oleh masyarakat di tempat tatanan kehidupan yang bersangkutan berlangsung. Jadi, dalam perangkat kelembagaan ini termasuk juga kebiasaan, perilaku dan etika masyarakat; sebagaimana mereka terapkan dalam berbagai aktivitas yang berkenaan dengan pemanfaatan sumber daya bagi pemenuhan kebutuhan.

Dalam publikasinya, Sheridan (1998) mengenai sistem-sistem ekonomi yang ada di Asia mengatakan bahwa Economic system refers to the way people perform economic activities in their search for personal happiness, dalam kata lain sistem ekonomi adalah cara manusia melakukan kegiatan ekonomi untuk memenuhi kebutuhan atau memberikan kepuasan pribadinya.

Dalam Sanusi (2000), ada 7 elemen penting dari sistem ekonomi, yaitu :

1)      Lembaga-lembaga/Pranata-pranata ekonomi;

2)      Sumber daya ekonomi;

3)      Faktor-faktor produksi;

4)      Lingkungan ekonomi;

5)      Organisasi dan manajemen;

6)      Motivasi dan perilaku pengambilan keputusan atau pemain dalam sistem itu; dan

7)      Proses pengambilan keputusan.

Menurut Sanusi, setiap sistem ekonomi dipengaruhi oleh sejumlah kekuatan, diantaranya adalah :

1)      Sumber-sumber sejarah, kultur/tradisi, cita-cita, keinginan-keinginan, dan sikap masyarakat;

2)      SDA (termasuk iklim);

3)      Filsafat yang dimiliki dan yang dibela oleh sebagian besar masyarakat;

4)   Teorisasi yang dilakukan masyarakat pada masa lalu atau sekarang, megenai bagaimana cara mencapai       cita-cita/keinginan serta tujuan dan sasaran yang dipilih; dan

5)      Trials dan Errors atau uji coba yang dilakukan masyarakat dalam usaha mencari alat-alat ekonomi.

Sedangkan, menurut Lemhannas (1989), ada 8 kekuatan yang mempengaruhi sistem ekonomi yang diterapkan/dipilih oleh suatu negara, yaitu :

1)      Falsafah dan ideologinya;

2)      Akumulasi Ilmu Pengetahuan yang dimiliki masyarakatnya;

3)      Nilai-nilai moral dan adat kebiasaan masyarakatnya;

4)      Karakteristik demografinya;

5)      Nilai estetik, norma-norma, serta kebudayaan masyarakatnya;

6)      Sistem hukum nasionalnya;

7)      Sistem politiknya; dan

8)    Sub-sub sistem sosialnya, termasuk pengalaman masa lalu serta uji coba yang dilakukan  masyarakatnya dalam mewujudkan tujuan ekonominya.

  1. SISTEM-SISTEM EKONOMI

Secara umum ada 3 macam sistem ekonomi yang dikenal di dunia, yaitu :

 

  1. 1.      Sistem Ekonomi Kapitalis

Sistem ekonomi kapitalis adalah suatu sistem ekonomi dimana kekayaan yang produktif terutama dimiliki secara pribadi dan produksi terutama dilakukan untuk dijual. Adapun tujuan pemilikan secara pribadi yakni untuk memperoleh suatu keuntungan yang cukup besar dari hasil menggunakan kekayaan yang produktif.

Ada 6 asas yang dapat dilihat sebagai ciri sistem ekonomi kapitalis, yaitu :

1)      Hak milik pribadi

2)      Kebebasan berusaha dan kebebasan memilih

3)      Motif kepentingan sendiri

4)      Persaingan

5)      Harga ditentukan oleh mekanisme pasar

6)      Peranan terbatas pemerintah

 

  1. 2.      Sistem Ekonomi Sosialis

Sistem ekonomi sosialis dapat dibagi dalam 2 sub-sistem, yakni sistem ekonomi sosialis dari marxis dan sistem ekonomi sosialisme demokrat.

Sistem ekonomi sosialis dari marxis disebut juga sistem ekonomi komando dimana seluruh unit ekonomi, baik sebagai produsen, konsumen maupun pekerja, tidak diperkenankan untuk mengambil keputusan secara sendiri-sendiri yang menyimpang dari komando otoritas tertinggi, yakni patai. Partai menentukan secara rinci arah serta sasaran yang harus dicapai dan yang harus dilaksanakan oleh setiap unit ekonomi dalam pengadaan baik barang-barang untuk social (social goods) maupun untuk pribadi (private goods). Dalam kata lain, ruang gerak bagi pelaku-pelaku ekonomi untuk mengambil inisiatif sendiri dapat dikatakan tidak ada sama sekali.

Sistem ekonomi sosialisme demokrat, dapat dikatakan bahwa kekuasaan otoritas tertinggi jauh berkurang.

Ada 6 kriteria sistem ekonomi sosialisme demokrat atau sistem ekonomi pasar sosial, yaitu :

1)      Ada kebebasan individu sekaligus kebijaksanaan perlindungan usaha. Persaingan diantara perusahaan-perusahaan kecil maupun menengah harus dikembangkan.

2)      Prinsip-prinsip kemerataan sosial menjadi tekad warga masyarakat.

3)      Kebijaksanaan siklus bisnis dan kaitannya dengan pertumbuhan ekonomi.

4)      Kebijaksanaan pertumbuhan menciptakan kerangka hukum dan prasarana (sosial) yang terkait dengan pembangunan ekonomi.

5)      Kebijaksanaan struktural.

6)      Konformitas pasar dan persaingan.

  1. 3.      Sistem Ekonomi Campuran

Sistem ekonomi campuran adalah sistem ekonomi yang tidak 100% kapitalis dan tidak 100% sosialis, atau sistem ekonomi yang mengandung elemen-elemen dari sistem ekonomi kapitalis maupun sistem ekonomi sosialis. Dalam sistem ekonomi campuran kekuasaan serta kebebasan berjalan bersamaan walau dalam kadar yang berbeda-beda.

Sumber :

Dr. Tulus T.H. Tambunan, Perekonomian Indonesia

Penerbit Ghalia Indonesia (April 2009)

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada April 6, 2013 in Perekonomian Indonesia

 

Tag:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: