RSS

PERTUMBUHAN EKONOMI

06 Apr

PERTUMBUHAN EKONOMI

  1. 1.     Arti Pertumbuhan Ekonomi

Pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan berkelanjutan merupakan  kondisi utama atau suatu keharusan bagi kelangsungan pembangunan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan. Karena jumlah penduduk bertambah setiap tahun yang dengan sendirinya kebutuhan ekonomi sehari-hari juga bertambah setiap tahun, maka dibutuhkan penambahan pendapatan setiap tahun.

Selain dari sisi permintaan (konsumsi), dari sisi penawaran, pertumbuhan penduduk juga membutuhkan pertumbuhan kesempatan kerja sebagai sumber pendapatan. Pertumbuhan ekonomi tanpa disertai dengan penambahan kesempatan kerja akan mengakibatkan ketimpangan pembagian dari penambahan pendapatan tersebut (cateris paribus), yang selanjutnya akan menciptakan suatu kondisi pertumbuhan ekonomi dengan peningkatan kemiskinan.

Pemenuhan kebutuhan konsumsi dan kesempatan kerja itu sendiri hanya bisa dicapai dengan peningkatan output agregrat (barang dan jasa) atau PDB yang terus-menerus. Dalam pemahaman ekonomi makro, pertumbuhan ekonomi adalah penambahan PDB, yang berarti peningkatan PN.

  1. 2.     Konsep Pendapatan Nasional

Ada dua arti PN, yakni arti sempit dan arti luas. Dalam arti sempit, PN adalah Pendapatan Nasional (PN). Sedangkan dalam arti luas, PN dapat merujuk ke PDB, atau merujuk ke Prduk Nasional  Bruto (PNB), atau Produk Nasional Netto (PNN).

PDB dapat diukur dengan 3 macam pendekatan, yaitu, pendekatan produksi, pendekatan pendapatan, dan pendekatan pengeluaran. Pendekatan produksi dan pendapatan adalah pendekatan dari sisi penawaran agregrat, sedangkan pendekatan pengeluaran dari sisi permintaan agregrat.

  1. 3.     Sumber-sumber Pertumbuhan

Pertumbuhan ekonomi bisa bersumber dari pertumbuhan permintaan agregrat (AD) atau/dan pertumbuhan penawaran agregrat (AS). Dari sisi AD, peningkatan AD dalam ekonomi bisa terjadi karena PN, yang terdiri atas permintaan konsumen, perusahaan dan pemerintah, meningkat. Sisi AD (penggunaan PDB) terdiri atas 4 komponen yaitu : konsumsi rumah tangga, investasi, konsumsi atau pengeluaran pemerintah, dan ekspor netto (ekspor barang dan jasa minus impor barang dan jasa).

  1. 4.     Teori-teori dan Model Pertumbuhan

i) Teori Klasik

Beberapa teori klasik antara lain sebagai berikut :

1)      Teori Pertumbuhan Adam Smith

Didalam teori ini, ada 3 faktor penentu proses produksi atau pertumbuhan, yaitu :

a)      Sumber Daya Alam (SDA)

b)      Sumber Daya manusia (SDM)

c)      Barang Modal

2)      Teori Pertumbuhan David Ricardo

Menurut teori ini, pertumbuhan ekonomi ditentukan oleh SDA (dalam arti tanah) yang terbatas jumlahnya, dan jumlah penduduk yang menghasilkan jumlah tenaga kerja yang menyesuaikan diri dengan tingkat upah, diatas atau dibawah tingkat upah alamiah (minimal). Perubahan Teknologi menyebabkan produktivitas tenaga kerja meningkat. Pertanian sebagai sebagai sektor utama sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi.

3)      Teori Pertumbuhan dari Thomas Robert Malthus

Menurutnya, ukuran keberhasilan pembangunan suatu perekonomian adalah kesejahteraan negara, yakni jika PDB potensialnya meningkat. Sektor yang dominan adalah pertanian dan industri. Ada 2 kelompok faktor yang sangat menentukan pertumbuhan, yakni faktor-faktor ekonomi seperti, tanah, tenaga kerja, modal (yang paling berpengaruh), dan organisasi; dan faktor-faktor nonekonomi, seperti keamanan atas kekayaan, konstitusi dan hukum yang pasti, etos kerja dan disiplin pekerja yang tinggi.

4)      Teori Marx

Marx membuat 5 tahapan perkembangan sebuah perekonomian, yaitu :

a)      Perekonomian komunal primitif

b)      Perekonomian perbudakan

c)      Perekonomian feodal

d)     Perekonomian kapitalis

e)      Perekonomian sosialis

Titik kritis dari Teori Marx ini adalah pada transisi dari perekonomian kapitalis ke perekonomian sosialis.

 ii) Teori Neo-Keynes

Model pertumbuhan yang masuk didalam kelompok teori neo-Keynes adalah model dari Harrod dan Domar yang mencoba memperluas teori Keynes mengenai keseimbangan pertumbuhan ekonomi dalam perspektif jangka panjang dengan melihat pengaruh dari investasi, baik pada AD maupun pada perluasan kapasitas produksi AS yang pada akhirnya akan menigkatkan pertumbuhan ekonomi. Dapat dikatakan bahwa model pertumbuhan dari Harrod-Domar (dikenal dengan sebutan H-O) adalah suatu gabungan dengan modifikasi dari model pertumbuhan dari Domar dan model pertumbuhan dari Harrod.

 iii) Teori Neo-Klasik

Beberapa model teori neo-klasik adalah sebagai berikut :

1)      Model Pertumbuhan A. Lewis

Model ini dikenal dengan sebutan suplai tenaga kerja yang tidak terbatas adalah satu diantara model neo-klasik yang meneliti gejala di negara-negara berkembang (NSB). Model ini menjelaskan bagaimana pertumbuhan ekonomi dimulai disebuah NSB yang mempunyai 2 sektor dengan sifat yang berbeda, yakni pertanian tradisional yang subsistem di pedesaan dan industri yang modern di perkotaan. Dalam model ini, pertumbuhan ekonomi terjadi karena pertumbuhan industri dengan proses akumulasi modal yang pesat, sedangkan di pertanian pertumbuhan relatif rendah dengan akumulasi kapital yang sangat rendah sekali.

2)      Model Pertumbuhan Paul A. Baran

Model ini dikenal  sebagai teori pertumbuhan dan stagnasi ekonomi. Pemikirannya sering disebut sebagai tesis neomarxis, karena ia menolak pemikiran marxis yang menyatakan bahwa NSB akan maju seperti di Eropa karena sentuhannya dengan negara maju (NM) atau negara-negara kapitalis. Sedangkan Baran berpendapat bahwa akibat dari pengaruh dari NM, ekonomi NSB akan menjadi buruk. Menurut Baran, proses kapitalisme di NSB berbeda dengan yang terjadi di NM.

3)      Teori Ketergantungan Neokolonial

Dasar pemikran teori ini adalah bahwa pembangunan ekonomi di NSB sangat bergantung pada NM, terutama daam investigasi langsung (PMA) di sektor pertambangan dan impor barang-barang industri. Pekerja-perkeja di NSB (disebut negara-negara periferi/pinggiran) dipekerjakan sebagai buruh di perusahaan-perusahaan asing yang berlokasi di NSB di sektor pertanian dan pertambangan, sementara semua kebutuhan produk-produk manufaktur, mulai dari barang-barang konsumsi hingga peralatan dan mesin industri di impor dari NM (disebut negara-negara inti/pusat). Ini membuat NSB hanya bisa berspesialisasi di produk-produk primer yang nilai tambahnya rendah, sementara NM berspesialisasi dalam produksi industri yang menghasilkan nilai tambah besar.

4)      Model Pertumbuhan WW. Rostow

Menurut Rostow, pembangunan ekonomi dimana juga merupakan proses yang bergerak dalam sebuah garis lurus, yakni dari masyarakat terbelakang ke masyarakat maju.

Dalam modelnya, proses pembangunan terdiri atas 5 tahapan, yaitu :

a)      Masyarakat tradisional;

b)      Prakondisi untuk lepas landas;

c)      Lepas landas;

d)     Menuju kedewasaan; dan

e)      Era komunikasi massal tinggi.

5)      Model Pertumbuhan Solow

Model Pertumbuhan Solow adalah penyempurnaan model pertumbuhan Horrod-Domar. Dalam model Solow, proporsi faktor produksi diasumsikan dapat berubah (jumlah kapital dan tenaga kerja atau rasio dari kedua faktor ini dalam sebuah proses produksi/produk tidak harus konstan,  atau bisa saling mensubsitusi) dan tingkat upah tenaga kerja dan suku bunga juga bisa berubah. Jika jumlah tenaga kerja tumbuh melebihi jumlah stok kapital, upah akan turun relatif terhadap suku bunga atau sebaliknya. Jika, pertumbuhan kapital melebihi pertumbuhan tenaga kerja, suku bunga akan turun relatif terhadap upah.

 iv) Teori Modern

Dalam teori modern, faktor-faktor produksi yang krusial tidak hanya banyaknya tenaga kerja dan modal, tetapi juga kualitas SDM dan kemajuan teknologi (yang terkandung di dalam barang modal atau mesin), enerji (khususnya enerji alternatif), kewirausahaan, bahan baku, dan material. Bahkan, dalam era globalisasi dan perdagangan bebas dunia saat ini, kualitas SDM dan teknologi merupakan dua faktor dalam satu paket yang menjadi penentu utama keberhasilan suatu negara/bangsa.

Sumber :

Dr. Tulus T.H. Tambunan, Perekonomian Indonesia

Penerbit Ghalia Indonesia (April 2009)

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada April 6, 2013 in Perekonomian Indonesia

 

2 responses to “PERTUMBUHAN EKONOMI

  1. mutiari hanifa

    April 20, 2014 at 4:01 am

    makasih.. sangat membantu buat bahan kuliah

     
    • meilina03

      September 24, 2014 at 2:37 pm

      senang bisa membantu🙂

       

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: