RSS

Apakah Koperasi Menguntungkan Secara Keuangan Bagi Anggotanya?

Iya, karena manfaat koperasi yang tercermin dari tujuannya adalah untuk meningkatkan kesejahteraan anggota baik dalam tatanan ekonomi maupun sosial. Kesejahteraan yang erat kaitannya dengan pemanfaatan jasa dari koperasi ikut membantu anggota dalam menghadapi kesulitan terutama yang menyangkut persoalan keuangan.

Anggota koperasi akan memiliki jaringan yang luas untuk mengembangkan usaha mereka, dan Bagi hasil sesuai dengan usaha yang telah dilakukan oleh anggota karena semua anggota bisa mendapatkan pinjaman dari masing-masing koperasi yang ada dikantor atau instansi, sehingga mereka bisa menggunakan pinjaman tersebut sebagai modal yang produktif. Bagi anggota yang memiliki hasil produk tertentu juga dapat menjualnya di koperasi. Secara keuangan koperasi sangat menguntungkan untuk anggotanya apabila koperasi tersebut dikelola secara profesional.

Manfaat paling utama adalah anggota dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Manfaat koperasi bagi anggota tidak hanya memenuhi kebutuhan anggota. Beberapa keuntungan menjadi anggota koperasi adalah sebagai berikut :

  • Pada akhir tahun setiap anggota mendapat keuntungan yang disebut Sisa Hasil Usaha (SHU) Pembagian SHU Bersumber dari ¬†anggota SHU.
  • Setiap anggota dapat berlatih berorganisasi dan bergotong royong,
  • Anggota dapat memiliki investasi,
  • Koperasi bisa membebaskan anggotanya dari lilitan hutang,
  • Koperasi bisa memberikan anggotanya tingkat bunga simpanan yang lebih besar,
  • Koperasi bisa menjadi tempat arisan,
  • Koperasi biasanya menjual barang dengan lebih murah,
  • Setiap anggota dapat berlatih bertanggung jawab,
  • Modal bersama, dengan modal bersama berarti tidak perlu membayar bunga pinjaman modal,
  • Operasionalnya di lakukan bersama-sama sehingga tidak banyak mengeluarkan cost pengelolaan,
  • Melayani kepentingan bersama,sehingga ada kepastian para anggotanya mendapatkan kebutuhan yang di perluakan secara adil,
  • Pembagian laba yang adil di sesuaikan dengan besarnya pengabdian,sehingga tidak ada yang merasa di rugikan. Bagi hasil sesuai dengan usaha yang telah dilakukan oleh anggota.
  • Anggota dapat meminjam dana untuk modal modal usaha dan mengembalikan sesuai dengan kemampuan mereka sampai seluruh hutang terbayarkan,
  • Anggota tidak diberatkan dengan sistem bunga seperti pinjaman pada bank komersil,
  • Anggota dapat meningkatkan batas pinjaman yang dapat diberikan, apabila pada pinjaman sebelumnya anggota dapat melunasi sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati bersama.
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada November 29, 2013 in Ekonomi Koperasi

 

Apakah Prinsip Ekonomi Koperasi Sesuai Dengan Kebutuhan Indonesia?

Prinsip ekonomi koperasi yang dituangkan dalam UU no.25 tahun 1992 diantaranya :

  • Keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka
  • Pengelolaan dilakukan secara demokratis
  • Pembagian Sisa Hasil Usaha dilakukan secara adil sebanding dengan besarnya jasa masing-masing anggota
  • Pemberian balas jasa yang terbatas terhadap modal
  • Kemandirian

Bangsa indonesia merupakan negara berkembang yang membutuhkan wadah untuk mensejahterahkan masyarakatnya, antara lain dengan adanya koperasi. Karena koperasi bersifat sukarela dan terbuka, maka masyarakat yang ingin menintipkan uangnya ke koperasi juga ikut serta membangun negara. Karena koperasi mempermudah anggotanya untuk meminjam modal selama digunakan dan dimanfaatkan sebaik mungkin oleh anggotanya.

Pengelolaan dilakukan secara demokratis, ini adalah salah satu kesamaan dengan sistem negara kita yang berlandaskan demokrasi, dengan adanya faktor yang sudah disebut tadi, maka masyarakat yang menjadi anggota koperasi juga dapat menyatakan pendapatan mengenai perkembangan kinerja maupun peraturan yang ada di koperasi selama tidak bertentangan dengan pertaturan yang telah ada.

Pembagian balas jasa yang terbatas terhadap modal, maksudnya adalah bila kita menitipkan uang kepada koperasi sejumlah uang tertentu, maka koperasi membalas jasa sesuai dengan uang yang telah dititipkan kepada koperasi, mengenai hal ini, adalah bentuk keadilan dari prinsip koperasi agar semakin rajin menitip kan uang nya ke koperasi, semakin sering menitipkan uang, semakin besar modal koperasi untuk meminjamkan kepada anggota koperasi yang membutuhkan dana untuk membangun usahanya.

Kemandirian, selama ini kita mengenal dalam meminjam dan menitipkan uang melalui bank. Dengan ada nya koperasi, maka ketergantungan itu secara tidak langsung berkurang. Bila kita membutuhkan uang untuk keperluan sehari-hari, keperluan penambahan modal usaha, maupun membeli barang konsumsi, maka tidak perlu lagi meminjam kepada koperasi. Cukup dengan menitipkan kepada koperasi uang yang secara sukarela telah kita titipkan, untuk digunakan di masa yang akan datang.

Prinsip-prinsip tersebut sesuai dengan kebutuhan Indonesia, dengan sistem demokrasi yang dianut oleh bangsa indonesia dan dengan kultur budaya masyarakat indonesia yang memungkinkan seseorang dalam masyarakat membangun suatu tatanan ekonomi yang berorientasi pada upaya menciptakan kesejahteraan (welfare) bersama. Koperasi juga memberi ruang dalam pembelajaran demokrasi, implementasi prinsip-prinsip gotong-royong, keterbukaan, tanggung jawab dan kebersamaan yang juga dapat menjadi modal dasar bagi pembangunan ekonomi yang mandiri. Dengan demikian, akan memberi ruang dan kesempatan pula bagi seluruh masyarakat untuk memperoleh kesejahteraan ekonomi dalam menata persatuan dan solidaritas bangsa.

Meilina | 24212528 | 2EB26

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Oktober 28, 2013 in Ekonomi Koperasi

 

Saat gagal….. kita ga diem disatu tempat <3

Tulisan ini udah lama ditulisnya , cuma baru ini aja di post hehe.. ini pengalaman pribadi gue, saat gue merasa jadi orang yg menyedihkan saat mengalami kegagalanūüėź .. sebenernya gue lupa juga pas kejadian apaūüėÄ yg pasti gue berharap ini bisa memberikan motivasi atau sekedar share yg nunjukin kalo kita hidup kita ga diem disatu ¬†tempat‚̧ ini bisa jadi gambaran buat semua permasalahanūüėÄ

Hal apa yang membuat kamu merasa menjadi  seseorang yang menyedihkan ?

Banyak jawaban pastinya, tapi kali ini lebih spesifikasi kita bahas soal kata horror *kegagalan*

**Just write to share, please enjoy to read :)**

Hal yang paling menyakitkan itu bukan lain tidak bukan adalah hal yang terjadi ga sesuai dengan apa yang kita inginkan. Klise banget kalimat ini, iya kan? emang klise seklisenya sebuah klise. Yang gatau apa itu klise jangan tanya gue ya, karena sesungguhnya gue juga ga ngerti arti sebenarnya, tapi skedar menerka mungkin artinya itu sama aja kaya *basi ,lagu lama kaset baru* buat gue yaūüėÄ

Okee, lanjut ke dalam judul..

Semua yang kita inginkan itu, memang ga mudah untuk digapai. Makanya ada yang disebut cobaan dengan bahasa kerennya itu tantangan! Bahas soal tantangan ini, gaada tantangan yang gabisa kita laluin, semua pasti bisa asal kita mau yang namanya usaha. Usaha????? Usaha adalah melakukan semua yang bisa kita lakukan bahkan kadang melebihi atau memaksakan yang bisa kita lakukan untuk menggapai sesuatu. *bukan sesuatu judul lagu ratu glamour yaaūüėõ

Banyak bangettttt tantangan yang bisa kita laluin, maka keinginan yang kita capai setelahnya bakal lebih indahhhhh lebih dari indahūüėČ so.. kalo banyak tantangan yang kita laluin sabar aja, just remember this words *semua akan indah pada waktunya*

Setiap hal pasti selalu berpasangan, seperti contoh dari yang kita bahas, dibalik tantangan yang kita laluin ada keberhasilan dengan menggapai apa yang kita inginkan, tapi  ada juga kegagalan! Sesuatu kata yang horror super duper horror yakan? Apalagi buat yang udah mati matian berusaha yang super berlebihan pula:’)

Hey guyssss…….

Nah, kalo kita ketemu nih sama yang namanya kegagalan pasti ngerasa jadi seseorang yang menyedihkan, right? Of course. (*tringtringtring* muncul kalimat klise lagi) *Tuhan memberikan yang kita butuhkan, bukan yang kita inginkan* why?? Karena yang kita inginkan itu belom tentu yang bener-bener kita inginkan loh atau memang gabaik atau terbaik buat kita. Coba fikirin!! Ingett kita hidup ga sendiri loh, fikirin deh semau aspek kehidupan kita, kita akan nemuain jawabannyaūüôā

Saat ngerasa kegagalan, pasti ada kok yang selalu dukung kita salah satunya Orangtua kita, mau kaya apa kita, mereke tetep bisa nerima kita di dalam hatinya walaupun yang keliatan dimata kita itu, mereka nampak cenderung mengekspresikan kekecewaannya hehe :’)

Kalo gagal pasti kecewa.. itu wajar bangettttt….. but, live must go on, life is never flat, just give it time and move onūüôā positive of think, believe, keep your strong your smile and face the world !!!!!!!‚̧

*Selalu cemungut qaqaaaaaaaaaaaaaaaūüėÄ :*

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Oktober 23, 2013 in Just For Share

 

DASAR-DASAR HUKUM KOPERASI INDONESIA

Gambar

Indonesia adalah negara hukum yang berpedoman kepada Dasar Negara Pancasila, UUD 1945, dan Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN) sebagai sumber hukum tertinggi yang telah ditetapkan oleh MPR-RI sebagai suatu sumber azaz demokrasi. Di Indonesia Koperasi telah mendapatkan tempat yang jelas dan pasti, maka dari itu koperasi berlandaskan hukum negara yang sangat kuat.

Tinjauan Umum Tentang Koperasi Dasar hukum koperasi adalah Pasal 33 ayat (1) Undang-Undang dasar Negara Republik Indonesia 1945 (UUD N RI 1945) dan UndangUndang Nomor 25 Tahun 1992 Tentang Perkoperasian.

Dasar-dasar Hukum Koperasi Indonesia :

  1. Undang-undang No. 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian.
  2. Peraturan Pemerintah No. 4 tahun 1994 tentang Persyaratan dan Tata Cara Pengesahan Akta Pendirian dan Perubahan Anggaran Dasar Koperasi.
  3. Peraturan Pemerintah No. 17 tahun 1994 tentang Pembubaran Koperasi oleh Pemerintah
  4. Peraturan Pemerintah No. 9 tahun 1995 tentang Pelaksanaan Kegiatan Simpan Pinjam oleh Koperasi
  5. Peraturan Pemerintah No. 33 tahun 1998 tentang Modal Penyertaan pada Koperasi.
  6. Surat Keputusan Menteri Negara Koperasi dan PPK No. 36/Kep/MII/1998 tentang Pedoman Pelaksanaan Penggabungan dan Peleburan Koperasi
  7. Surat Keputusan Menteri Negara Koperasi dan PKM No. 19/KEP/Meneg/III/2000 tentang Pedoman kelembagaan dan Usaha Koperasi
  8. Peraturan Menteri No. 01 tahun 2006 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pembentukan, Pengesahan Akta Pendirian dan Perubahan Anggaran Dasar Koperasi.

Landasan-landasan koperasi dapat di bagi menjadi 3 (tiga) hal, antara lain :

  1.  Landasan Idiil Koperasi Indonesia adalah Pancasila.
  2. Landasan Strukturil dan landasan gerak Koperasi Indonesia adalah Pasal 33 ayat (1) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945 (UUD N RI 1945).
  3. Landasan Mental Koperasi adalah setia kawan dan kesadaran berpribadi. Dasar hukum Koperasi Indonesia adalah UU Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian. UU ini disahkan di Jakarta pada tanggal 21 Oktober 1992, ditandatangani oleh Presiden RI Soeharto, dan diumumkan pada Lembaran Negara RI Tahun 1992 Nomor 116.

Koperasi Indonesia berdasarkan UU No. 25 tahun 1992, koperasi suatu badan usaha yang dipandang oleh undang-undang sebagai suatu perusahaan. Dimana dibentuk oleh anggota-anggotanya untuk melakukan kegiatan usaha dan menunjang kepentingan ekonomi anggotanya.

Prinsip koperasi dalam UU No. 25 tahun 1992 mengenai Perkoperasian, sebagai berikut :

  • Pengelolaan koperasi dijalankan secara demokrasi
  • Pembagian sisa hasil usaha dilaksanakan secara adil sesuai dengan jasa yang di jual anggotanya
  • Koperasi harus bersifat mandiri
  • Balas jasa yang diberikan bersifat terbatas terhadap modal.

Berdasarkan UU No. 12 tahun 1967, koperasi merupakan organisasi kerakyatan bersifat sosial, anggotanya orang-orang yang termasuk dalam tatanan ekonomi bersifat usaha bersama dan berazazkan pada kekeluargaan, maka dari itu koperasi di Indonesia di lindungi oleh badan hukum yang telah ditetapkan.

Dalam undang-undang ini yang dimaksudkan dengan :

  • Koperasi adalah suatu organisasi bisnis yang di operasikan secara bersama berdasarkan prinsip-prinsip gerakan ekonomi rakyat yang berazazkan kepada kekeluargaan. Bertujuan untuk mencapai kepentingan ekonomi bersama dan ¬† meningkatkan kesejahteraan bersama anggotanya maupun orang banyak yang membutuhkan
  • Perkoperasian adalah suatu hal yang sangat berkaitan dengan kehidupan koperasi.
  • Koperasi Primer ialah suatu koperasi yang didirikan oleh sekurangnya 20 orang dimana setiap anggotanya berjumlah ¬† ¬† perseorangan.
  • Koperasi Sekunder adalah gabungan suatu badan koperasi yang memiliki jangkauan kerjanya sangat merata dan luas.
  • Gerakan Koperasi adalah keseluruhan organisasi koperasi dan kegiatan perkoperasian yang bersifat terpadu dan terarah untuk menuju tercapainya suatu cita-cita bersama.

 

Meilina | 24212528 | 2EB26

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Oktober 14, 2013 in Ekonomi Koperasi

 

Tugas Pilihan Ekonomi Koperasi

Assalamualaikum‚Ķūüôā

Keseharian saya pulang kuliah bisa dibilang macem-macem karena emang lebih dari satu macem… tapi secara keseluruhan kegiatannya biasa aja, yaa namanya juga keseharianūüėÄ

Okee‚Ķ saya akan coba menjabarkan kegiatan sepulang kuliah yang saya ingat, ketika menulis tugas pilihan iniūüôā

Kegiatan saya yang bisa dibilang hampir setiap selesai jam kuliah adalah makan bekel yang udah dibawa, sholat dzuhur di kampus, dan ngumpul sama temen-temen. Kalo hari senin, biasanya ikut mentoring (Rohis gituu, Fajrul Islam UG). Bicara soal ngumpul sama temen-temen, banyaaak hal yang kami omongin, rasanya apa aja bisa dijadiin bahan omongan, misalnya aja dari pelajaran yang kita dapet di kelas, bisa dari ngebahas materi sampai bahas dosennya hehe. Kalo ada tugas individu yang mau dikerjain bareng atau kelompok juga biasa diomongin kapan dan dimana mau ngerjain tugas itu. Selingan dari obrolan itu yang pasti ada aja yang buat kami ketawaūüėÄ

Abis itu pulang deh ke rumah… biasanya saya pulang kuliah ngendarain motor, dulu sih nganterin temen pulang dulu, tapi sekarang udah engga, soalnya dia udah ngendarain motor sendiriūüėÄ

Sesampainya di rumah.. mulai deh muncul kegiatan yang engga teratur. Kalo kerjaan standar waktu pagi kayak nyapu sama cuci piring belom dikerjain yaa harus dikerjain. Kalo engga, Big Boss bisa ngambekūüėÄ

Kalo tugas standar udah selesai, pengennya pasti istirahat, dari tiduran sampai kadang engga sengaja ketiduranūüėÄ

Di waktu yang senggang ini, saya biasanya nengokin hamster peliharaan adek, ngasih makan supaya anak-anaknya bisa bertahan hidup. Soalnya, si hamster abis lahiran, anaknya 4. Pengalaman, sebelumnya udah 2 kali hamster nya lahiran tapi sayang ga ada yang bertahan hidup:/

Kegiatan lainnya, kadang suka gambar yang lucu-lucu. Kegiatan yang engga bisa lepas itu adalah nonton tv, dengerin laguūüėÄ keseringannya temen rumah dateng ke rumah ngajak main, minta anterin kesana-kesini, atau sekedar curhatūüėÄ

Saat malam tiba‚Ķ abis sholat sama makan itu nonton si cemongūüėÄ nonton tv bareng keluarga, makan buah sampai rujak. Setelah itu, biasanya ngulek kentang bantuin mamah. Abis itu baru deh masuk kamar. Kegiatan di kamar juga beraneka ragam, misalnya dengerin lagu, kalo ada tugas atau belajar biasanya ngerjain sambil dengerin lagu+smsanūüėÄ

Kalo lagi engga ngerjain belajar, waktunya santai hehe. Kegiatannya yaa gitu tiduran di kamar, dengerin lagu, mainin boneka, smsan, sampai telpon-telponanūüėÄ abis itu baru pergi ke negeri seberang alias mimpi alias tidurūüėÄ

Itulah banyak sedikit kegiatan saya sepulang kuliah… Maaf kalo menggunakan bahasa yang tidak resmi yaūüôā

Wassalamualaikum..ūüôā

Meilina|24212528|2EB26

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Oktober 3, 2013 in Ekonomi Koperasi

 

EKONOMI KOPERASI

Pengertian koperasi :

Secara harfiah kata koperasi berasal dari cooperation (latin), atau cooperation, atau cooperatie (belanda), dalam bahasa Indonesia diartikan sebagai bekerja bersama, atau bekerja sama, atau kerjasama, merupakan koperasi.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang perkoperasian bahwa pengertian koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang-orang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan atas asas kekeluargaan.

Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang atau badan hukum yang berlandaskan pada asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi. Kegiatan usaha koperasi merupakan penjabaran dari UUD 1945 pasal 33 ayat (1). Dengan adanya penjelasan UUD 1945 Pasal 33 ayat (1) koperasi berkedudukan sebagai soko guru perekonomian nasional dan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dalam sistem perekonomian nasional.

Sebagai salah satu pelaku ekonomi, koperasi merupakan organisasi ekonomi yang berusaha menggerakkan potensi sumber daya ekonomi demi memajukan kesejahteraan anggota. Karena sumber daya ekonomi tersebut terbatas, dan dalam mengembangkan koperasi harus mengutamakan kepentingan anggota, maka koperasi harus mampu bekerja seefisien mungkin dan mengikuti prinsipprinsip koperasi dan kaidah-kaidah ekonomi.

Koperasi adalah suatu kumpulan orang ‚Äď orang untuk bekerja sama demi kesejahteraan bersama.¬†Koperasi Indonesia adalah organisasi ekonomi rakyat yang berwatak social dan beranggotakan orang ‚Äď orang, badan – badan hukum koperasi yang merupakan tata susunan ekonomi sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan.
Koperasi berkaitan dengan fungsi – fungsi :

  • fungsi sosial
  • fungsi ekonomi
  • fungsi politik
  • fungsi etika

Dalam definisi ILO terdapat 6 elemen yang dikandung dalam koperasi, yaitu :

·         Koperasi adalah perkumpulan orang-orang

·         Penggabungan orang-orang berdasarkan kesukarelaan

·         Terdapat tujuan ekonomi yang ingin dicapai

·         Koperasi berbentuk organisasi bisnis yang diawasi dan dikendalikan secara demokratis

·         Terdapat kontribusi yang adil terhadap modal yang dibutuhkan

·         Anggota koperasi menerima resiko dan manfaat secara seimbang

Definisi Koperasi menurut Chaniago

Drs. Arifinal Chaniago (1984) dalam bukunya Perkoperasian Indonesia memberikan definisi, ‚Äú Koperasi adalah suatu perkumpulan yang beranggotakan orang – orang atau badan hukum yang memberikan kebebasan masuk dan keluar sebagai anggota dengan bekerja sama secara kekeluargaan menjalankan usaha untuk mempertinggi kesejahteraan jasmaniah para anggotanya‚ÄĚ.

Definisi Koperasi menurut Dooren

Menurut P.J.V. Dooren tidak ada satu definisi koperasi yang diterima secara umum. Disini Dooren memperluas pengertian koperasi, dimana koperasi tidak hanya kumpulan orang-orang melainkan juga kumpulan badan-badan hukum.

 Definisi Koperasi menurut Hatta

Definisi koperasi menurut ‚ÄúBapak Koperasi Indonesia‚ÄĚ Moh. Hatta adalah usaha bersama untuk memperbaiki nasib penghidupan ekonomi berdasarkan tolong-menolong.

Definisi Koperasi menurut Munkner

Munkner mendefinisikan koperasi sebagai organisasi tolong ‚Äď menolong yang menjalankan ‚Äúurusniaga‚ÄĚ secara kumpulan, yang berazaskan konsep tolong ‚Äď menolong. Aktivitas dalam urusniaga semata – mata bertujuan ekonomi, bukan social seperti yang dikandung gotong – royong.

Ada 5 unsur koperasi Indonesia, yaitu :

  1. Koperasi adalah badan usaha
  2. Koperasi adalah kumpulan orang – orang atau badan hukum koperasi
  3. Koperasi Indonesia , koperasi yang bekerja berdasarkan prinsip – prinsip koperasi
  4. Koperasi Indonesia adalah gerakan ekonomi rakyat
  5. Koperasi Indonesia berazaskan kekeluargaan

Ciri-ciri utama koperasi adalah sebagai berikut :

  • ¬†Merupakan perkumpulan orang-orang
  • Badan usaha yang dijalankan secara sukarela bergabung bersama;
  • Memiliki dan mencapai tujuan ekonomi yang sama
  • Melalui pembentukan organisasi bisnis yang diawasi secara demokratis dan
  • Memberikan kontribusi modal yang sama dan menerima bagian resiko dan manfaat yang adil dari perusahaan di mana anggota aktifberpartisipasi.

Prinsip dasar koperasi menurut UU Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian adalah sebegai berikut :

1.   Keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka

Sifat sukarela dalam keanggotaan koperasi mengandung makna bahwa menjadi anggota tidak boleh dipaksa oleh siapapun.

2.   Pengelolaan dilakukan secara demokratis

Prinsip demokrasi menunjukkan bahwa pengelolaan koperasi dilakukan atas kehendak dan keputusan para anggota. Anggota koperasi adalah pemegang dan pelaksana kekuasaan tertinggi dalam koperasi.

3.   Pembagian Sisa Hasil Usaha (SHU) dilakukan secara adil sebanding dengan besarnya jasa usaha masing-masing anggota

Besarnya modal yang dimiliki anggota tidak mutlak dijadikan dasar dalam pembagian SHU. Ketentuan ini merupakan perwujudan nilai kekeluargaan dan keadilan.

4.   Pemberian balas jasa yang terbatas terhadap modal

Terbatas disini maksudnya adalah wajar,tidak melebihi suku bunga yang berlaku dipasar.

5. Kemandirian

Kemandirian artinya dapat berdiri sendiri tanpa bergantung pada pihak lain. Semua keputusan dan kegiatan koperasi dilandasi oleh kepercayaan, pada pertimbangan, kemampuan, dan usaha sendiri. Kemandirian juga berarti kebebasan yang bertanggung jawab pada perbuatan sendiri dan kehendak untuk mengelola diri sendiri.

Prinsip ‚Äďprinsip koperasi diatas menjadi ciri khas yang membedakan koperasi dengan badan usaha yang lain. Hal ini dapat dilihat dari beberapa perbedaan,berikut ini prinsip badan usaha lain :

·      Organisasi yang dibentuk pada badan usaha lainnya berorientasi pada pengefisiensian sumber daya untuk memaksimalkan laba.

·      Badan usaha lain memproduksi produk atau jasa untuk dijual dan menghasilkan laba maksimal.

·      Sumber ekonomi badan usaha lain adalah tenaga kerja, modal atau uang, tanah dan manajemen untuk mengatur kelangsungan hidup badan usaha tersebut.

·      Pengambilan keputusan dilakukan oleh para stake holder dan para pemegang saham.

·      Pembagian keuntungan tergantung pada besarnya modal para pemegang saham.

Perbedaan mendasar antara koperasi dengan badan usaha lainnya terdapat pada tujuan yang ingin dicapai, badan usaha lain bertujuan untuk mendapatkan laba yang sebesar-besarnya sedangkan koperasi bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan hidup anggotanya baik secara ekonomi maupun sosial.

Ciri ‚Äď ciri Khas Ekonomi Koperasi :

1.       Sifat keanggotaan

2.       Pembagian keuntungan

3.       Hubungan personal antara organisasi dan manajer

4.       Keterlibatan pemerintah dalam penciptaan stabilitas dan operasi

5.       Hubungan organisasi dan masyarakat

Penjelasannya seperti :

–¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†Berasas kekeluargaan dan bersifat terus menerus

–¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†Prinsip kebersamaan yang selalu mengutamakan pemenuhan kebutuhan, kemakmuran, dan kesejahteraan para anggota khususnya dan masyarakat pada umumnya

–¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†Keanggotaan sukarela dan terbuka bagi setiap Warga Negara Republik Indonesia untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi

–¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†Tidak mencari untung yang sebesar-besarnya

–¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†Anggota yang diutamakan, anggota koperasi mempunyai hak suara yang sama

–¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†Modal koperasi berubah-ubah tergantung pada keluar masuk anggota yang diperoleh dari simpanan para anggotanya

–¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†Bekerja dengan terang-terangan

–¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†Bergotong royong berdasarkan persamaan derajat hak dan kewajiban agar bisa mencapai tujuan

–¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†Rapat anggota adalah pemegang kekuasaan tertinggi

Meilina|24212528|2EB26

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Oktober 2, 2013 in Ekonomi Koperasi

 

ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA (APBN)

ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA (APBN)

A. Peran dan Penyusunan APBN

Jika setiap perusahaan menyusun anggaran pengeluaran dan pendapatannya setiap tahun, maka pemerintah juga berbuat yang sama yang dapat dilihat di dalam anggaran pendapatan dan  belanja negara atau APBN, yang dibuat setiap tahun.

Selama orde baru hingga krisis ekonomi 1997/98, APBN disusun dan diumumkan setiap bulan April. Setelah krisis ekonomi 1997/98, tahun fiskal mulai Januari. Berarti dalam beberapa bulan menjelang akhir tahun, semua departemen pemerintah dan lembaga pemerintah non-departemen sibuk menyiapkan anggaran pengeluarannya, tidak saja yang bersifat rutin, seperti gaji, subsidi, dan tunjangan pegawaai negeri, hingga biaya rutin lainnya untuk menjalankan kegiatan rutin departemen dan lembaga non-departemen tetapi juga pengeluaran untuk membiayai proyek-proyek, misalnya proyek pembangunan jalan raya, jembatan, pelabuhan, dan waduk dari Departemen Pekerja Umum (PU), proyek pembangunan kompleks-kompleks atau sentra-sentra industri dari Departemen Perindustrian, dan lain-lain.

Anggaran dari setiap deprtemen dan lembaga non-departemen diserahkan ke Departemen Keuangan untuk penetapan jumlah anggaran APBN, yang selanjutnya diusulkan ke DPR untuk mendapatkan persetujuan dari lembaga tersebut.

Karena penyusunan APBN tahun ini adalah tahun untuk tahun depan, maka umum disebut rancangan APBN atau RAPBN. Jadi, pada tahun 2008 dibuat RAPBN 2009, dan sejak 1 Januari hingga 31 Desember 2009 menjadi APBN 2009.

Penyusunan RAPBN atau penetapan besarnya pengeluaran dan pendapatan untuk tahun depan didasarkan pada asumsi-asumsi mengenai nilai dari sejumlah variable ekonomi  makro, seperti tingkat inflasi, nilai tukar  rupiah terutama terhadap dolar AS, pertumbuhan ekonomi dunia, pertumbuhan ekonomi Indonesia yang ingin dicapai dan harga minyak di pasar internasional.

Variabel terakhir ini penting karena ekonomi Indonesia masih sangat tergantung kepada minyak, jika pada era orde baru lebih pada sisi ekspornya, sekarang ini lebih pada sisi impornya. Dalam kata lain, karena sekarang Indonesia lebih banyak impor daripada ekspor minyak, maka kenaikan harga minyak di pasar internasional akan berdampak negatif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Dapat dipahami bahwa besar kecilnya defisit APBN mencerminkan sifat dari kebijakan fiskal yang diterapkan pemerintah, yang merupakan pengelolaan terhadap pengeluaran dan penerimaan negara guna mencapai pertumbuhan ekonomi, penciptaan kesempatan kerja, stabilitas harga, dan stabilitas posisi eksternal (yang tercermin dalam besar kecilnya defisit neraca pembayaran).

Jadi, jika pemerintah mengeluarkan kebijakan fiskal ekspansif, ini tercerminkan dalam peningkatan defisit APBN. Sebaliknya, kebijakan fiskal kontraktif tercerminkan dalam penurunan defisit APBN.

B. Komponen-Komponen Utama APBN

APBN mempunyai dua komponen besar, yakni anggaran pengeluaran dan anggaran pendapatan. Selanjutnya kedua komponen tersebut, masing-masing mempunyai sub-komponen.

Anggaran pendapatan terdiri atas berbagai macam pajak, retribusi, royalti, keuntungan BUMN, dan berbagai pendapatan non-pajak lainnya. Namun demikian, yang paling dominan dan sekaligus paling krusial sebagai instrumen fiskal dari sisi penerimaan adalah pajak.

Sedangkan anggaran pengeluaran terdiri atas dua sub-komponen besar, yakni pengeluaran pemerintah pusat dan pengeluaran pemerintah daerah. Yang terakhir ini mulai berlaku sejak penerapan otonomi daerah dan desentralisasi fiskal, yang dapat dibagi lagi menjadi dua komponen, yakni dana pertimbangan dan dana penyesuaian, dan otonomi khusus. Sedangakan anggaran pengeluaran pemerintah pusat meliputi gaji pegawai negeri, pengeluaran material, investasi, pembayaran bunga pinjaman, subsidi, dan lain-lain.

C. Sumber Pendanaan Defisit APBN

Defisit APBN dapat didanai lewat berbagai sumber, baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Dari luar negeri bisa dalam bentuk utang luar negeri (ULN) atau lewat penerbitan obligasi. Dari dalam negeri, bisa dari perbankan berupa pinjaman atau kredit bank atau penggunaan sisa anggaran lebih (SAL) tahun-tahun anggaran sebelumnya yang tersimpan pada rekening-rekening pemerintah, baik di bank-bank umum maupun Bank Indonesia, dan non-perbankan, misalnya penerimaan hasil divestasi saham pemerintah pada BUMN dan penerimaan privatisasi BUMN, penjualan obligasi atau surat utang pemerintah (fiskalisasi), penjualan asset-aset perbankan dalam program restrukturisasi (penyehatan), dan penyertaan modal pemerintah.

Sumber :

Dr. Tulus T.H. Tambunan, Perekonomian Indonesia

Penerbit Ghalia Indonesia (April 2009)

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada April 22, 2013 in Perekonomian Indonesia